Minggu, 11 Mei 2014

WASPADA MERS (Middle East Respiratory Syndrome)



Novel corona virus (NCoV) atau disebut MERS (Middle East Respiratory Syndrome) adalah turunan/mutasi  baru dari virus Coronaviridae yang menyerang sistem pernafasan dan sebelumnya tidak pernah ditemukan pada manusia.
Virus novel corona muncul pertama kali pada tahun 2012 di Negara timur tengah seperti, yordania, Uni emirat arab dan arab Saudi.
Pengetahuan kita tentang gejala klinis infeksi coronavirus masih sangat terbatas dan Hingga saat ini belum ditemukan vaksin atau antivirus dari virus corona (MERS-NCoV) ini.
Meskipun demikian, WHO telah memberikan pedoman sementara bagi dokter atau pelaksana medis untuk membantu pasien yang mungkin terinfeksi virus corona (MERS-NCoV) seperti mengalami kegagalan pernafasan akut dan syok  yang diakibatkan dari infeksi yang parah, hal ini juga dapat memicu  komplikasi lain pada fungsi organ tubuh (gagal ginjal, perikarditis, DIC,dll ) untuk itu dokter harus  memonitor dengan seksama setiap perkembangan pasien dalam rangka pencegahan komplikasi infeksi yang lebih parah.
Berdasarkan kasus yang dikonfirmasi dan dilaporkan hingga saat ini infeksi virus corona (MERS-NCoV) hanya menyerang pada orang dewasa dan dapat menularkan dari manusia ke manusia lain.
Ciri-ciri umum pasien yang dicurigai terinfeksi virus corona ( MERS-NCoV)
Definisi sindrom klinis
“Pasien dalam penyelidikan” untuk infeksi coronavirus baru
Seseorang dengan infeksi saluran pernapasan akut, yang dapat mencakup riwayat demam atau demam diukur (≥ 38 ° C, 100.4 ° F) dan disertai batuk.
  • Kecurigaan penyakit parenkim paru (misalnya pneumonia atau ARDS), berdasarkan bukti klinis atau radiologis konsolidasi
  • Memiliki riwayat perjalanan ke Semenanjung Arab atau negara-negara tetangga dalam waktu 10 hari sebelum mulai sakit
  • Belum dijelaskan oleh infeksi lain atau etiologi, termasuk semua tes klinis diindikasikan untuk pneumonia yang didapat dari komunitas sesuai dengan pedoman pengelolaan local, Hal ini tidak perlu menunggu hasil tes untuk patogen lain sebelum pengujian untuk novel coronavirus
Pneumonia berat
Pasien remaja atau orang dewasa dengan demam atau dicurigai terinfeksi, batuk, laju pernapasan> 30 napas / menit, gangguan pernapasan berat, saturasi oksigen (SpO2) <90% pada udara ruangan.
Akut Respiratory Distress Syndrome (ARDS) yaitu kelainan pada saluran pernafasan yang menyebabkan kesulitan dalam bernafas Akut.
  • Pencitraan dada/Thorax  (misalnya X-ray atau CT scan): kekeruhan bilateral, tidak sepenuhnya dijelaskan oleh efusi, lobar / paru-paru kolaps atau nodul

  • Asal edema paru: kegagalan pernafasan tidak sepenuhnya dijelaskan oleh gagal jantung atau kelebihan cairan

  • Tingkat hipoksemia: 200 mm Hg

  • ≥ 5 cm H2O (ARDS ringan); 100 mm Hg
Keracunan darah (sepsis)
Terdokumentasi atau diduga infeksi, dengan dua atau lebih kondisi berikut: suhu> 38 ° C (100.4 ° F) atau <36 ° C (96,8 ° F), HR> 90/min, RR> 20/min atau PaCO2 <32 mm Hg, sel darah putih> 12 000 atau <4000/mm3 atau> 10% belum menghasilkan bentuk.

Keracuran darah berat (severe Sepsis)
Keracunan darah yang berhubungan dengan disfungsi organ, hipoperfusi (asidosis laktat) atau hipotensi. Disfungsi organ mungkin termasuk: oliguria, cedera ginjal akut, hipoksemia, transaminitis, koagulopati, trombositopenia, perubahan status mental, ileus atau hyperbilirubenia.

Syok septik
Hipotensi Sepsis-induced (SBP <90 mm Hg) meskipun resusitasi cairan yang adekuat dan tanda-tanda hipoperfusi.

Virus Corona
Upaya pencegahan dari infeksi virus corona (MERS-NCoV).
Dikarenakan hingga saat ini belum ada serum/antivirus atau obat khusus yang dapat menyembuhkan dari infeksi virus corona ini sebagai pelaksana kesehatan kami menyarankan untuk tidak mendatangi daerah yang memiliki riwayat infeksi (MERS-NCoV) meski WHO belum memberikan kategori sangat berbahaya atau mengeluarkan travel warning, tentu ini adalah salah satu upaya pencegahan yang perlu untuk dipertimbangkan, selanjutnya langkah pencegahan lain adalah  menjaga pola hidup sehat untuk membentuk imunitas tubuh dan menggunakan masker untuk penutup saluran pernafasan serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Kemudian bagi  petugas kesehatan, pasien dan pengunjung saat berada di sarana umum atau di rumah sakit  jika memang ada gejala infeksi pernapasan, harus menerapkan etika batuk atau bersin :
· Tutup mulut dan hidung mereka saat batuk dan bersin
· Gunakan masker
· Buang masker ke tempat sampah segera setelah digunakan
· Membersihkan tangan

Soo..  dimanapun kita berada, tentu akan banyak virus dan bakteri yang mengintai, untuk itu dengan menjaga kebersihan diri dan menerapkan pola hidup sehat, akan menjadi perisai terkuat agar kita tidak mudah terserang virus penyakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar