Kamis, 17 Mei 2018

Kunjungan SPKT Polsek Mantangai

Senin 14/5/18, Kali ini Puskesmas Lamunti mendapat kunjungan dari Ka. SPKT Polsek Mantangai, tujuan dari kunjungan ini yaitu melakukan Sosialisasi tentang Pungutan Liar.
Dalam sosialisasi tersebut Ka. SPKT polsek mantangai mengatakan Kabupaten Kapuas telah membentuk Satgas Saber Pungli, dan mereka memberi pesan " Mari hindari penyalahgunaan dana yang bersumber dari APBD / APBN "

Selasa, 01 Mei 2018

Pagar Pengaman Baru Puskesmas Lamunti


Puskesmas Lamunti sedikit demi sedikit membenahi penampilan nya dengan tujuan agar pasien yang berkunjung menjadi lebih nyaman dan aman, pembenahan ini dimulai dengan pemasangan pagar pengaman di selasar puskesmas. Semoga kedepan nya Puskesmas Lamunti dapat lebih banyak melakukan pembenahan.

Minggu, 15 April 2018

Kegiatan Posyandu Desa Manusup 2018

Kader melakukan pengukuran tinggi badan ibu hamil

Sebagai bentuk Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat, Posyandu adalah kegiatan dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat demi meningkatkan derajat kesehatan. Kali ini admin mlakukan kegiatan imunisasi di posyandu desa Manusup. Kegiatan ini dilakukan setiap bulan nya pada tanggal 16.

Kamis, 12 April 2018

Apa Itu Stunting Pada Anak


Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

Rapat Self Assessment Persiapan Akreditasi Puskesmas


Kamis (11/4/2018), tim pendamping akreditasi Puskesmas Lamunti dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas melakukan kegiatan self assessment.
Tim pendamping akreditasi ini berjumlah 3 orang yang selanjutnya berbagi tugas mendampingi dan menilai self assessment masing-masing pokja.

Pokja yang pertama yaitu pokja administrasi dan manajemen (BAB I, BAB II, BAB III), yang kedua pokja UKM (BAB IV, BAB V, BAB VI), dan selanjutnya pokja UKP ( BAB VII, BAB VIII, BAB IX)

Kegiatan self assesment ini berlangsung satu hari dan bertujuan untuk menilai kesiapan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk persiapan akreditasi Puskesmas Lamunti.
Dari hasil penilayan self assessment hari ini masih banyak pokja yang tidak lengkap dokumen nya.

Semoga rekan-rekan tetap semangat menjalankan proses akreditasi, dan semua pokja dapat mencapai predikat PARIPURNA.


Kamis, 22 Maret 2018

Loka Karya Mini Lintas Sektor 2018


Pada Kamis tanggal 22 Maret 2018 bertempat di Balai Desa Lamuni Permai, Puskesmas Lamunti mengadakan pertemuan Loka karya mini Lintas Sektor tingkat Puskesmas Lamunti tahun 2018.
Acara tercesebut dihadiri oleh unsur muspika kecamatan Mantangai, 13 Kepala Desa wilayah kerja Puskesmas Lamunti, ketua TP PKK, Ka. TK, SD, SLTP&SLTA, Ka KUA, kordinator PPLKB, ketua kader posyandu, dan seluruh staf Puskesmas Lamunti.
Camat Mantangai, Kapolsek Mantangai, Danramil Mantangai, Ka. UPTD Mantangai

Maksud dari diselenggarakannya acara tersebut adalah Untuk memelihara kerjasama lintas sektor Kecamatan Mantangai sedangkan tjuan dilaksanakannya Lokakarya adalah untuk menginformasikan, mengindentifikasi capaian hasil kegiatan triwulan sebelumnya, membahas dan memecahkan masalah serta hambatan yang dihadapi oleh Puskesmas pada kegiatan sebelumnya dengan menganalisa serta memutuskan rencana tindak lanjut (RTL) dengan memasukan aspek umpan balik dari peserta lokmin lintas sektor yang hadir.



Rabu, 14 Maret 2018

Kondisi Halaman Puskesmas Lamunti



Setelah diguyur hujan selama satu malam inilah kondisi terkini halaman Puskesmas Lamunti. Kondisi ini membuat masyarakat dan tenaga kesehatan terganggu untuk menuju ke pasilitas kesehatan, terlebih lagi jalan menuju ruangan rawat inap yang sepenuhnya tidak bisa dilewati karna genangan air yang sangt tinggi akibatnya pasien dan keluarga yang ingin menuju rawat inap harus melewati bangunan rawat jalan yang tentunya akan mengganggu kegiatan pelayanan di rawat jalan.